Hotel Vocation
Waktu pertama gue masuk sekolah ini, gue ditanya oleh Ibu Siti Nurbaety atau yang biasa dipanggi Bu Ety "Kamu yakin mau masuk perhotelan? nanti kamu disuruh bersihin kamar, toilet, bahkan muntah orang". Gue jawab "ah gapapa ko bu, saya udah biasa" . "lah emang kamu dulunya ngapain? ko udah biasa?" . "jadi jongos bu hahaha, engga lah bu maksud saya gapapa ko kalo cuman kayak gitu, toh ga mati juga sayanya -- paling muntah doang" "haha dasar kamu ini, yaudah kalo kamu emang mau masuk, kamu daftarin aja" "okeee bu"
dan "taraaaaaa ...." sekarang gue udah di perhotelan dan bahkan sudah menginjak kelas XIIAPH1 . Berbagai uji kompetensi udah gue lewatin, dari yang gerogi sampe gerogotin gigi udah berlalu semuanya. Ga nyesel lah gue masuk perhotelan, karena gue bisa mengenal berbagai macam bagian-bagian dari hotel. Siapa tau aja gue bisa bikin hotel sendiri nantinya "Dwiyan Regency Hotel -- By The Sea" hahahaha aminn ya allah .
Jadi buat kalian yang ingin tahu berbagai macam hal seputar hotel, bisa ditanyakan kepada saya. tetapi jangan bertanya terlalu rumit, karena tetap saja saya cuma seorang murid biasa (¬_¬")
Matematika susah ?
Tips Menulis Cerpen
Struktur
Para penulis pemula seringkali disarankan untuk menggunakan pengandaian berikut ini ketika mulai menyusun cerpen mereka:
- Taruh seseorang di atas pohon.
- Lempari dia dengan batu.
- Buat dia turun.
Perencanaan Cerpen
Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita.
Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. Contoh: Kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatan yang hilang, dan sebagainya.
Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh Anda akhirnya mengatasi masalah itu. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Contoh: Kekuatan cinta, kebaikan mengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, dsb.
Ketika Anda selesai menulis, selalu (dan selalu) periksa kembali pekerjaan Anda dan perhatikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa. Jangan menyia-nyiakan kerja keras Anda dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca Anda.
Praktekkan perencanaan sederhana ini pada tulisan Anda selanjutnya.
Tema
Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika Anda menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini.
Ketika menulis cerpen, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu, kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.
Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita Anda dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, Anda tetap harus berfokus pada inti yang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah novel atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan.
Tempo Waktu
Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dan dengan waktu yang singkat itu, usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda.
Setting
Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda, maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Disini berarti bahwa setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. Sebagai contoh, beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua, tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi.
Penokohan
Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja, karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda, pakailah mereka sebagai dasar dalam novel Anda kelak.
Dialog
Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda, sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema, ambil langkah tegas dengan menghapusnya.
Alur
Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Pastikan bahwa alur Anda lengkap, artinya harus ada pembukaan, pertengahan cerita dan penutup. Akan tetapi, Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita, sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanya muncul dalam satu kalimat, dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif, bukannya terpesona. Jangan pula membuat "twist ending" (penutup yang tak terduga) yang dapat terbaca terlalu dini, usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat, misalnya cerita tentang kriminalitas, jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca.
Baca ulang
Pembaca dapat dengan mudah terpengaruh oleh format yang tidak rapi, penggunanaan tanda baca dan tata bahasa yang salah. Jangan biarkan semua itu mengganggu cerita Anda, selalu periksa dan periksa kembali.
How to improve your English skills
Improve your Learning Skills
- yourself
- your capacity to learn
- processes you have successfully used in the past
- your interest, and knowledge of what you wish to learn
- Why do you need to learn/improve English?
- Where will you need to use English?
- What skills do you need to learn/improve? (Reading/Writing/Listening/Speaking)
- How soon do you need to see results?
- How much time can you afford to devote to learning English.
- How much money can you afford to devote to learning English.
- Do you have a plan or learning strategy?
- Join an English course - a virtual one or a real one (and attend regularly).
- Do your homework.
- Read a book or a comic every month.
- Learn a new word every day.
- Visit an English speaking forum every day.
- Read a news article on the net every day.
- Do 10 minutes listening practice every day.
- Watch an English film at least once a month.
- Follow a soap, comedy or radio or TV drama.
- A bottle of your favourite drink
- A meal out / or a nice meal at home
- A new outfit
- A manicure or massage
The visual learner
The auditory learner
The Tactile/Kinesthetic learner
Other English Learning Tips
- England, America, Australia, Canada, South Africa, one of them is only a few hours away from you.
- Specialist holidays are available to improve your English.
- Take an English speaking tour or activity holiday.
Awal Dari Sebuah Kisah
Label: True Story | di 11.48
Tujuan gue dateng ke negara lain tidak lain hanyalah untuk ikut Job Training atau biasa orang bilang Praktek Kerja Lapangan (PKL). Beberapa orang bodoh mungkin bertanya, "ngapain coba pkl pake jauh-jauh ke malaysia? kan di Indonesia juga bisa". Hahahah dasar orang bodoh, gue pkl disini bukan tanpa alasan tapi tuh bedanya pkl di Indonesia dengan Malaysia adalah Certificate Job Training gue nantinya bakal ber-title INTERNATIONAL. Makanya gue rela jauh-jauh pkl disini.
Dan untuk bisa pkl disinipun ga gampang, gue tetep harus mengikuti sebuah interview yang diikuti oleh puluhan siswa-siswi dari berbagai sekolah. Alhamdulillah gue dan ke19 orang lainnya diterima di hotel yang bernama "THE ZON REGENCY HOTEL"
Tapi mungkin semua itu ga sebahagia yang gue pikirkan, karena ketika gue akan berangkat kehidupan keluarga gue sedang susah. Ditambah lagi kedua orang tua gue ketika itu sedang sakit. Guepun jadi merasa enggan buat berangkat, tapi apa daya hari dimana gue harus berangkat pun sudah tiba. Bokap gue walaupun lagi sakit tetap mau mengantar gue menggunakan motor, lalu gue pamitan dengan dia. Dia minta maaf sama gue karena dia gabisa anter gue sampe airport. Yaudahlah pak gapapa, bapak mau anter dd sampe sini aja udah makasih banget. Akhirnya bokap gue pun pulang.
Selepas itu, gue bertemu dengan temen-temen gue dan mereka semua bersama keluarganya diantar menggunakn mobil. Hmmm miris juga hidup gue, tapi ga berhenti sampe situ doang. Saat kami sudah sampai airport, guru gue pun ngasih waktu buat perpisahan dengan keluarganya masing-masing.
Ketika itulah, moment-moment yang sangat menyedihkan dalam hidup gue. Hanya gue seorang yang sendirian saat itu. Di depan mata gue terlihat jelas bagaimana mereka semua saling melepas rindu karena akan tek bertemu lagi selama 6 bulan. SUMPAH DEMI APAPUN gue nge-down banget disitu, tapi yaudahlah "Mau Bagaimana Lagi" kedua orang tua gue sedang sakit saat itu. Waktupun habis, sekarang udah waktunya berangkat.
Selama di perjalanan, kamipun perlahan saling berkenalan. Dan disitu gue dapat melihat siapa-siapa saja yang kira-kira bakal jadian atau paling tidak menjadi dekat. Anehnya semua yang gue lihat itu satu persatu menjadi kenyataan.
Tepat hari ini, salah satu temen gue pun jadian yaitu Kiki Wulandari dengan Bayu Setya Wibowo. Hahahah, gue ikut seneng dah kalo kalian berdua bahagia. Dan lelaki lainnya pun sudah menemukan someone di hatinya.
Tapi bukan berarti gue ga deket dengan siapapun. "MUTIARA FIKA" itulah namanya, ada something yang terjadi pagi itu 01/01/11 diantara kami berdua. Karena itulah kami berdua menjadi sangat dekat, padahal sebelumnya kami belum akrab sama sekali. Hari-haripun gue lewatin kayak orang pacaran, tapi sempat kami berjauhan dan saling benci karena seseorang yang memfitnah kami berdua.
Tiba suatu hari dimana gue iseng memberikan coklat ke dia, dan malamnya dia pun sms gue mau ketemu untuk membicarakan sesuatu. Dan ternyata yang dia ingin bicarakan adalah masalah yang membuat kami berdua menjadi jauh saat itu. Alhamdulillah masalah itu pun selesai, dan kami berdua kembali menjadi layaknya orang pacaran.
Gue tau yang gue lakuin ini salah, karena dia itu sebenernya udah ada yang milikin. Tapi karena dialah gue sempat melupakan semua kenangan menyedihkan gue, bahkan gue ngerasa nyaman dan tenang banget ketika sama dia. Walaupun banyak yang ga setuju gue deket sama dia, tapi biarlah orang
berkata apa --- gue ga peduli.
Guidance and Conseling
| di 04.01
Ada suatu hari dimana dia meminta gue dan temen-temen untuk memberi pendapat terhadap sesama temen sekelas. Lalu, diakhir pelajaran dia meminta kami untuk menuliskan Nick FB/Twitter kami. Malam harinya, temen gue Putra Mayuda nginep di rumah gue. Pas gue lagi online di depan komputer, ada satu friend request baru. Gue liat namanya, "Rizqi Amelia" . gue liat profilnya, terus foto-fotonya. dalam pikiran gue "kayak pernah liat ni orang". Tapi ga langsung gue confirm tuh request, lalu temen gue si yuda itu buka FB lewat Hapenya dan dapet friend request yang sama. Akhirnya gue baru sadar kalo itu, "ka amel".
THIRTEEN
| di 04.55
Tentang Saya
| di 00.58
Karena saya percaya :

